Sistem Kebut Semalam
Dalam
dunia pendidikan, ujian adalah hal yang tidak asing lagi. Pada 1 semester ada 2
kali ujian. Pertama ujian tengah semester (UTS), dilaksanakan setelah 3 bulan
proses pembelajaran. Kedua ujian akir semester (UAS) yang dilaksanakan pada
akhir semester yaitu setelah 6 bulan proses pembelajaran.
Selama
6 bulan proses pembelajaran, banyak materi dan pengetahuan yang didapat siswa
di sekolah. tetapi saat mendekati pelaksanaan ujian, mengapa banyak siswa yang
belajar dengan sistem kebut semalam? Tidak dipersiapkan jauh-jauh hari? Kenapa?
Inilah anak zaman sekarang, pulang sekolah makan, main, main gadget, tidur,
nonton tv. Terkadang belajar jika ada PR saja. belajar dengan sistem kebut
semalam sangat tidak efektif. Pada sekolah menengah Atas, satu hari ada 3 mata
pelajaran yang diujiankan. Dengan waktu kurang dari 10 jam, siswa harus belajar
3 mata pelajaran dengan 10 bab misalnya. Apakah yakin semua materi akan paham?
Yang ada besok pagi saat sampai di sekolah, siswa akan mengantuk dan lelah.
Karena tidur bergadang untung belajar. Hasilnya apakah siswa dapat mengerjakan
soal dengan baik? apakah siswa akan mendapatkan hasil yang memuaskan?
Sistem Kebut Semalam (SKS) ini terjadi dari tahun ke tahun.
Selama
6 bulan kemana aja sih? Jika dipersiapkan semuanya dari jauh hari, tidak akan
ada siswa yang belajar hingga larut malam. Biasakanlah setelah pulang sekolah,
malam harinya materi yang disampaikan diulas lagi, latihan soal-soal setiap
hari, banyaklah membaca. Jika ujian tiba, siswa tidak perlu lagi menggunakan
sistem kebut semalam. Semua materi sudah dikuasi, malamnya hanya tinggal
membaca materi yang akan diujiankan untuk mengingat kembali. Besok ujian?
malamnya tidur dong, jangan bergadang! Agar saat ujian, otak nya fresh dan tenang dalam menjawab
soal-soal ujian.
Komentar
Posting Komentar