Positif dan Negatif OSIS
Disetiap Sekolah
Menangah Pertama dan Sekolah Menengah Atas pasti terdapat Organisasi Siswa
Intra Sekolah yang dikenal dengan sebutan OSIS. Banyak sekali pro dan kontra
yang terdapat pada organisasi ini. Belakangan ini OSIS ramai dibicarakan
dikalangan masyarakat.
Organisasi adalah sebuah bentuk perkumpulan yang
mengharuskan seseorang untuk saling bekerjasama dengan anggota lainnya demi
mencapai kesuksesan dalam pekerjaan yang dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang ada
di sekolah dapat terlaksana karena adanya organisasi ini. Setiap organisasi
pasti memiliki program kerja. Dengan adanya program kerja yang akan
dilaksanakan, seluruh anggota OSIS akan bekerja sama dalam melaksanakan program
yang direncanakan. Kegiatan ini dapat membuat anggotanya bertanggung jawab.
Organisasi ini juga dapat menciptakan jiwa kepemimpinan dan bermanfaat bagi
kemampuan public speaking siswa.
Pandangan negatif terhadap OSIS yaitu, adanya kekerasan yang
dilakukan oleh OSIS ketika Masa Orientasi Siswa (MOS). MOS dilakukan sebelum
siswa tahun ajaran baru memasuki sekolah baru. Sering kita lihat ulah-ulah
nakal OSIS yang memperlakukan manusia tidak seperti manusia. Ada kekerasan yang
dilakukan saat MOS berlangsung. Bahkan pernah kita dengar ada seorang siswa
meninggal setelah MOS, karena perlakukan seniornya yang tidak manusiawi.
Setelah kegiatan MOS berakhir, siswa-siswa baru ini mendaftarkan diri menjadi
anggota OSIS. Alasan mereka mengikuti OSIS kebanyakan karena ingin balas dendam
atas perlakuan seniornya dulu. Tak heran lagi kalau perlakuan ini sudah
turun-menurun, karena kekesalan/kebencian yang terpendam.
Hal lain yang mencolok dari sebuah organisasi
sekolah adalah senioritas. Senioritas dari para siswa pendahulu dengan siswa
yang baru. Senioritas mengharuskan siswa/anggota yang baru melakukan hal-hal
yang diinginkan oleh seniornya. Berkorban uang, tenaga, dan pikiran menjadi
sebuah tanda dalam senioritas. Apalah gunanya senioritas dalam sebuah
organisasi sekolah? Organisasi tersebut tak akan pernah maju dengan adanya
senioritas, senioritas bukan tanda keberhasilan. Kerjasama antara senior dan junior tidak akan menurunkan derajat seseorang.
Organisasi dibuat untuk saling bekerja sama dan saling
menghargai antara senior yang sudah mengerti akan hal organisasi dengan junior
yang baru mengikuti keorganisasian di sekolah.
Sekarang sudah tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan saat
MOS, karena setiap sekolah diharuskan melakukan hal-hal positif seperti
pengenalan ekstrakurikuler sebelum memasuki sekolah baru.
Komentar
Posting Komentar