Pahlawan Yang Sesungguhnya
Dalam
dunia pekerjaan, gaji mejadi sebuah penentu kesejahteraan para pekerja.
Mengapa
guru yang lulusan S1 mendapatkan gaji honorer yang sangat minim padahal yang kita
ketahui dalam menempuh S1 tentunya tidak mudah. Tugas guru adalah mendidik
peserta didik, yang menurut saya itu merupakan suatu pekerjaan yang tidak
mudah. Karena guru memiliki tanggung jawab yang besar dan dituntut untuk
mencerdaskan generasi bangsa. Jika dilihat dari besarnya peranan guru dalam
bekerja, seharusnya gaji mereka dapat memadai kebutuhan hidupnya. Namun
kenyataannya banyak guru honorer yang hidupnya masih berkecukupan bahkan
terkadang kekurangan.
Di pelosok, gaji guru honorer cair setelah tiga bulan bekerja.
Menurut saya, hal ini sangat tidak pantas diperoleh guru-guru honorer. Mengapa harus dibedakan dengan
PNS yang setiap bulannya menerima gaji? Padahal antara guru honorer dan guru PNS memiliki peranan yang sama.
Kualitas guru merupakan salah satu faktor penting dalam
menentukan kualitas pendidikan. Sementara kualitas guru ditentukan oleh beragam
faktor, salah satunya soal gaji dan tunjangan. Faktor lainnya berkaitan dengan
kompetensi, pengembangan karier, pelatihan, dan juga pemberdayaan. Bagaimana
jika gajinya tidak memadai, apakah guru dapat memberikan kualitas yang memadai
pula?
Saya melihat di pelosok-pelosok guru butuh perjuangan untuk
mengajar. Jarak dari rumah guru ke sekolah sangat jauh. Guru harus naik sepeda
untuk menuju ke tempat dia mengajar. Kehidupan guru di pelosok-pelosok sangat
tidak layak. Tetapi itulah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Guru
tetap mau mengajar dan mendidik dengan ikhlas, walaupun setelah 3 bulan
mengajar ia baru mendapakan gaji. Ya mungkin guru di pelosok pernah mengeluh
akan hal tersebut. Tetapi karena ketulusan hati untuk mencerdasakan anak Bangsa
ia tetap bertahan.
Komentar
Posting Komentar