[RESUME] Filsafat Ilmu

BAB I
PENDAHULUAN
Pengetahuan adalah semua yang diketahui manusia. Seseorang yang baru lahir, belum mengetahui apa-apa. Namun, semakin bertambahnya umur seseorang pengetahuannya bertambah banyak. Bahkan sampai ia tidak mengetahui seberapa banyak pengetahuannya. Pengetahuan dapat diperoleh secara sengaja maupun tidak sengaja. Pada buku filsafat ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3, yaitu:
1.      Pengetahuan filsafat adalah pengetahuan yang rasional tanpa didukung oleh  bukti empiris
2.      Pengetahuan sain adalah pengetahuan yang rasional, didukung oleh bukti empirisn, dan  menggunakan metode ilmiah
3.      Pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara empiris dan tidak rasional kerena menggunakan metode latihan dan percaya.

Logis dan Rasional
Logis dan rasional merupakan dua kata istilah yang biasanya dijadikan pengukur suatu kebenaran. Rasional merupakan segala sesuatu yang masuk akal dan yang sesuai dengan hukum alam. Logis merupakan segala sesuatu yang masuk akal juga, mencakup yang rasional dan yang supra-rasional. Supra-rasional merupakan segala sesuatu yang masuk akal tetapi tidak sesuai dengan hukum alam.

BAB II
PENGETAHUAN SAIN
A.      Ontologi Sain
1.    Hakikat Pengtahuan Sain
pengetahuan sain adalah pengetahuan rasional empiris. Dengan kata lain pada pengetahuan sain ini dapat menyelesaikan masalah rasional dan masalah empiris.
Masalah rasional dapat diselesaikan dengan adanya penarikan hipotesis yang bersifat rasional meskipun belum diuji kebenarannya.
Masalah empiris dapat diselesaikan dengan adanya penarikan hipotesis yang telah diuji kebenarannya sesuai dengan prosedur metode ilmiah.
Rumus baku metode ilmiah : buktikan bahwa itu logis – Tarik hipotesis – ajukan bukti empiris.
Jadi, pada dasarnya cara kerja sain adalah cara kerja yang mencari hubungan pengaruh atau hubungan sebab akibat.

2.    Struktur Sain
Sain dibagi menjadi dua, yaitu sain kealamaan (astronomi, fisika, kimia, ilmu bumi, ilmu hayat) dan sain sosial (sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, politik). Agar semua tampak lengkap, ditambahkan humaniora (seni, hukum, filsafat, bahasa, agama, sejarah)

B.   Epistemologi Sain
1.    Objek Pengetahuan Sain
Objek penelitian sain haruslah objek-objek yang empiris. Bukti yang empiris diperlukan untuk menguji bukti yang telah dirumuskan dalam hipotesis. Objek kajian yang dapat diteliti sain ialah : alam, tumbuhan, hewan, manusia dan kejadian-kejadian disekitar.

2.    Cara Memperoleh Pengetahuan Sain
Pengetahuan sain dapat diperoleh dengan cara: pertama humanisme dimana manusia mampu mengatur dirinya dan mengatur alam. Manusia memerlukan aturan untuk mengatur alam. Kedua untuk mencari dan mengukur pengetahuan, diperlukan akal manusia sesuai dengan paham rasionalisme. Ketiga gunakan paham empirisme yang mengajarkan benar logis dan ada bukti empiris. Keempat, untuk mengukur kebenaran  yang empirisme digunakan paham positivisme. Untuk mengajukan logika dan bukti empiris dibutuhkan metode ilmiah yang lebih operasional.

3.      Ukuran Kebenaran Pengetahuan Sain
Ilmu berisi teori-teori. Ukuran kebenaran sain ialah ukuran teori-teori sain. Hipotesis ialah pernyataan yang sudah benar secara logika, tetapi belum ada bukti empirisnya. Untuk membuktikan apakah hipotesis itu benar atau salah diperlukan pengujian teori yang logis dan pengujian empiris dengan mengadakan eksperimen.

C.       Aksiologi Sain
1.    Kegunaan Pengetahuan Sain
Terdapat tiga kegunaan pengetahuan sain (1) sebagai alat membuat ekspalanasi (2) sebagai alat peramal (3) sebagai alat pengontrol.

2.    Cara Sain Menyelesaikan Masalah
Ilmu sain yang ada dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia dalam menyelesaikan masalah. Cara ilmuwan menyelesaikan masalah yaitu mengidentifikasi masalah, mencari teori, membaca literature lain. Sedangkan cara sain dalam menyelesaikan masalah yaitu identifikasi masalah, mencari teori, menetapkan tindakan penyelesaian.

3.    Bonus
Netralitas Sain
Teori sain bersifat netral. Sain netral artinya tidak memihak pada kebaikan atau kejahatan. Keuntungan bila sain bersifat netral ialah perkembangan sain akan cepat terjadi. Namun kerugian bila sain bersifat netral ialah sain akan melawan keyakinan yang berasal dari agama. Sain itu seharusnya bersifat tidak netral karena sain merupakan bagian dari kehidupan dimana kehidupan itu secara keseluruhan tidaklah nertal. dan paham ini sesuai ajaran agama.


Krisis Sain Modern
Menurut Kuhn Sain modern ialah sain empirikal, yaitu sain yang bersifat normal.

Pengembangan Ilmu
Mengembangkan ilmu adalah mengembangkan teorinya. Karena isi ilmu adalah teori. Cara mengembangkan teori pertama menyusun teori baru. Kedua, menemukan teori baru untuk mengganti teori lama. Ketiga, merevisi teori lama bukan berarti membatalkan atau menggantinya. Tetapi menyempurnakannya. Keempat, membatalkan teori lama.


BAB III
PENGETAHUAN FILSAFAT

A.      Ontologi Filsafat
Pada bagian ini membicarakan hkikat, objek, dan struktur filsafat.
1.    Hakikat Pengetahuan Filsafat
Filsafat adalah sesuatu yang jika dipelajari lebih dalam ia akan mengerti sendiri apa itu filsafat. Jadi filsafat itu diperoleh dari berpikir yang logis tetapi tidak empiris karena pernyataannya belum lengkap.
2.    Struktur Filsafat
Struktur filsafat ialah cabang-cabang filsafat serta isi teori dalam cabang tersebut. Struktur dalam arti cabang-cabang filsafat sering juga disebut sistematika filsafat. Filsafat terdiri dari tiga cabang yang merupakan satu kesatuan :
·      Ontologi, membicarakan hakikat;
·      Epistemologi, cara memperoleh pengetahuan filsafat;
·      Aksiologi, membicarakan guna pengetahuan filsafat.
Selain itu ada filsafat yang masih baru ialah filsafat perennial. Filsafat perennial ialah filsafat yang dapat menjelaskan segala kejadian yang bersifat hakiki dan menyangkut kearifan dalam menjalankan hidup yang benar. Hakikat filsafat perennial ada tiga yaitu pertama, metafisika untuk mengetahui adanya hakikat realitas. Kedua, psikologi ialah pengetahuan perilaku manusia. Ketiga, etika ialah kumpulan petunjuk untuk mengefektifkan usaha perubahan diri.
Lalu selanjutnya ada filsafat pos moderen. Pada literature filsafat dibentuk atas beberapa sejarah. Filsafat modern itu didominasi rasionalisme yang menggunakan akal sebagai alat pencari dan pengkur kebenaran.

B.       Epistemologi Filsafat
1.    Objek Filsafat
Objek penelitian dalam filsafat lebih luas dibandingkan objek penelitian sain. Sain hanya meneliti objek yang ada dan empiris sedangkan filsafat meneliti objek ada dan mungkin ada tetapi abstrak (tidak empiris).
2.    Cara Memperoleh Pengetahuan Filsafat
Berpikir merupakan cara memperoleh pengetahuan filsafat. Berpikir tentu menggunakan akal. Akal bekerja menurut aturan logika, sehingga kita dapat menerima kebenarannya.
3.    Ukuran Kebenaran Pengetahuan Filsafat
Kita tahu bahwa pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang logis dan tidak empiris. Jadi, ukuran kebenaran filsafat ialah logis tidaknya suatu kebenaran
C.      Aksiologi Pengetahuan Filsafat
1.    Kegunaan Pengetahuan Filsafat
Untuk mengetahui kegunaan filsafat, dapat memulai dengan melihat filsafat sebagai kumpulan teori filsafat, sebagai metode pemecahan masalah, sebagai pandangan hidup.
Keguanaan filsafat dapat dibagi menjadi tiga yaitu. Kegunaan bagi akidah (ajaran islam yang mengatur cara berkeyakinan). Kegunaan bagi hukum. Kegunaan bagi bahasa (alat untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran).
2.    Cara Filsafat Menyelesaikan Masalah
Dalam kehidupan kita pasti banyak masalah. Masalah disini berarti kesulitan. Penyelesaian filsafat bersifat mendalam, untuk mencari masalah tersebut. Dan bersifat universal, masalah dilihat dalam hubungan seluas-luasnya.
3.    Bonus
Cara Orang Umum Menilai
·      Menilai berdasarkan ketidaktahuannya
·      Menilai dengan menggunakan pendapat
·      Menilai dengan menggunakan pendapat umum pakar sebagai alat ukur.
Netralitas Filsafat
Jika logika kita anggap netral, itu bukan berarti filsafat itu netral. Sebab logika sendiri masih menjadi persoalan. Apakah itu termasuk filsafat atau bukan.


BAB IV
PENGETAHUAN MISTIK

Pada bab 1 telah dijelaskan bahwa pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara empiris dan tidak rasional kerena menggunakan metode latihan dan percaya.

A.  Ontologi Pengetahuan Mistik
1.      Hakikat Pengetahuan Mistik
Mistik adalah pengetahuan yang tidak rasional. Bila dikaitkan dengan agama, mistik ialah ajaran atau keyakinan tentang Tuhan yang diperoleh melalui latihan spiritual. Pengetahuan mistik tidak dapat dipahami oleh rasional karena tidak ada hubungan sebab akibat. Tetapi kadang-kadang pengetahuan mistik memiliki bukti empiris.
2.      Struktur Pengetahuan Mistik
·      Mistik - Biasa adalah mistik tanpa kekuatan.
·      Mistik – Magis adalah mistik yang mengandung kekuatan.
Ø  Mistik magis putih :
-          Berasal dari agama langit (Yahudi, Nasrani, Ismlam),
-          Menggunakan doa
-          Menggunakan wafaq-wafaq isim isim
-          Dekat dan berhubungan pada Tuhan
Ø  Mistik magis hitam
-          Berasal dari luar agama itu
-          Menggunakan mantra, jampi.
-          Menggunakan rajah-rajah dan jimat
-          Dekat, bersandar dan bergantung pada kekuatan setan dan roh jahat.


B.   Epistemologi Pengetahuan Mistik
Tuhan itu siapa? Dan seperti apa? Ini merupakan objek abstrak supra-rasional. Jawaban terhadap pertanyaan tersebuat adalah pengetahuan mistik.
1.    Objek Pengetahuan Mistik
Objek yang hanya diketahui melalui pengetahuan mistik ialah objek-objek yang tidak dapat dipahami oleh rasio seperti Tuhan, malaikat, surga, neraka, jin.
2.    Cara Memperoleh Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik tidak dapat diperoleh melalui indra dan akal. Tetapi dapat diperoleh melalui rasa. Pengetahuan mistik dapat diperoleh melalui latihan-latihan khusus seperti pelatihan batin.
3.    Ukuran Kebenaran Pengetahuan Mistik
Ukuran kebenaran mistik berbeda dengan ukuran kebenaran sain. Jika pengetahuan mistik itu berasal dari Tuhan, maka ukurannya ialah teks Tuhan (Al-Quran, Kitab) yang merupakan kepercayaan.
C.      Aksiologi Pengetahuan Mistik
1.    Kegunaan Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik pasti ada kegunaannya. Terbukti dengan banyaknya pengikut pengetahuan mistik ini. keguanaan mistik bisa untuk memperkuat keimanan, kebaikan dan juga bisa untuk tujuan jahat. Mistik juga berguna untuk pertahanan diri seperti kekebalan.
2.    Cara Pengetahuan Mistik Menyelesaikan Masalah
Cara Kerja Mistik-Magis-Putih
Dengan memanfaatkan janji dan gambaran Tuhan seperti menggunakan ayat-ayat untuk menggugah Tuhan menepati dan memenuhi janjinya.
Cara Kerja Mistik-Magis-Hitam
Dengan meminta jin-jin kafir untuk berpartisipasi agar mantra yang digunakan lebih kuat. Juga dengan bantuan roh jahat agar segala sesuatu yag dituju tukang sihir benar-benar terjadi.
3.    Bonus
Ilmu Putih vs Ilmu Hitam
Perbedaan dari ilmu hitam dan putih yaitu dilihat dari beberapa segi, yaitu segi ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari segi ini, jika melawan aturan yang benar atau bisa disebut agama maka itu termasuk ilmu hitam.
Netralitas Pengetahuan Mistik
Sain dan filsafat ternyata tidak netral. Apalagi pengetahuan mistik, dengan mudah dilihat bahwa pengetahuan ini tidak netral. Disebut tidak netral karena sebagian pengetahuan mistik berisi tentang surga, neraka dan tasawuf.  
4.    Contoh Pengetahuan Mistik
1)        Mukasyafah
Termasuk mistik putih yang diawali oleh asumsi dan kesadaran adanya kesatuan antara Tuhan dan manusia
2)        Ilmu Laduni
Jika hati dikosongkan dan diisi dengan dzikrullah, maka hati itu akan mencapaipengetahuan yang disebut denga laduni. Ilmu laduni ialah ilmu batiniah, bukan merupakan hasil pemikiran. Ilmu yang diterima langsung melalui ilham dari sisi Tuhan.
3)        Saefi
Dalam bahasa Arab saefi artinya pedang atau doa yang jika diasah terus menerus atau dibaca berulang-ulang akan menjadi doa yang tajam atau doa yang cepat dijawab oleh Tuhan. Pengetahuan saefi termasuk magis putih. Pengetahuan ini diperoleh melalui puasa, wirid.
4)        Jangjawokan
Jangjawokan adalah bahasa sunda yang artinya jampi. Yang kalimatnya mirip dengan mantra. Jika diucapkan dan diyakini memiliki magis tertentu. Biasanya berupa doa yang dilakukan untuk tujuan tertentu misalnya agar lulus ujian, dagangan laris, dicintai seseorang. Caranya dilakukan dengan si guru membisikkan doa kepad orang yang datang, dan orang tersebut mengikuti secara lisan.
5)        Sihir
Sihir berasal dari bahasa Arab yang artinya sesuatu yang sumbernya lembut atau halus. Sihir merupakan upaya yang dilakukan manusia sebagai tipu daya dengan meminta bantuan setan. Sihir dibagi menjadi dua ada sihir klasik dan sihir modern. Sihir klasik dilaksanakan secara tradisional oleh pawang atau penenung. Sihir modern adalah sihir yang dilaksanakan dengan cara modern, praktis, sederhana oleh ahli hipnotis dan paranormal.
6)        Ilmu Kebal
Merupakan ilmu tentang cara menjaga diri tanpa bantuan alat. Kegunaannya agar tidak ada yang dapat melukai tubuh, menjaga diri dari kecelakaan, dan untuk menolong orang dari kejahatan. Ini merupakan mistik yang ajaib. Diperoleh dengan cara mistik, dengan berguru melalui latihan. Bisa dengan bentuk penyucian batin dan diri. Atau dengan latihan berkonsentrasi batin dan fisik.
7)        Santet
Suatu pengetahuan tentang makhluk gaib yang dapat diperintah untuk mempengaruhi korban dengan upacara ritual atau simbol-simbol. Ilmu santet dapat diperoleh dengan cara puasa 1000 hari, tirakat pada malam hari ditempat sepi, ziarh dkuburan tertentu, belajar dari guru santet, ulet, sabar dan tekun. Juga diperlukan alat-alat menyantet. Kegunaan dari menyantet ialah menyakiti dan membunuh.
8)        Pelet
Pelet ialah uasaha sadar untuk membujuk, menarik, rasa cinta seseorang dengan cara tertentu. Pelet merupakan tindakan yang disengaja tanpa diketahui oleh orang yang terkena pelet.
9)        Debus
Debus sama dengan ilmu kebal. Dalam  prakteknya, memang sesuatu yang luar biasa seperti memakan kaca, kulit tahan ditusuk atau disiram air keras. Tidak hanya orang banten yang dapat melakukan hal ini, orang lain pun bisa.
10)    Tentang Jin
Jin merupakan makhluk yang tertutup dari pandangan manusia karena terletak antara manusia dan roh. Jin berbeda dengan setan. Jin memiliki peran positif (membantu mengobati orang sakit) dan negatif (membahayakan orang lain).
11)    Nyambat
Kegiatan memanggil roh melalui ritual dan bacaan tertentu. Jenis nyambat terdari dari asrar, abdul jabbar, pajajaran, kuda lumping, kasurupan, tenaga gaib, pedukunan dn ramal.
12)    Ilmu Kanurgan

Ialah ilmu bela diri, yang berbentuk kekuatan dari dalam dan dari luar yang didapat dengan cara latihan fisik dan riyadhah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Positif dan Negatif OSIS

Ke Sekolah Pakai Make Up. Setuju ?

Pahlawan Yang Sesungguhnya