Putus Sekolah
Mencerdaskan
Kehidupan Bangsa merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia yang tertera pada
pembukaan UUD 1945. Selama 71 tahun merdeka, masih saja ada anak yang putus
sekolah. Data UNICEF
tahun 2016 sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan
lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak
usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Angka putus sekolah yang tinggi di Indonesia sangatlah mengganggu bagi dunia pendidikan. Apakah faktor biaya yang mempengaruhi anak putus sekolah?
Data statistik yang dikeluarkan oleh BPS, bahwa di tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan terdapat kelompok anak-anak tertentu yang terkena dampak paling rentan yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Kurangnya pendapatan orang tua sangatlah berpengaruh bagi kelanjutan pendidikan anak. Orang tua yang tidak mampu membiayai kebutuhan hidup keluarganya, membuat anak dan keluarga mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Anak memilih untuk membantu orang tua bekerja, agar kebutuhan hidup keluarganya terpenuhi.
Latar belakang pendidikan orang tua juga mempengaruhi anak putus sekolah. orang tua yang tidak berpendidikan tinggi dan yang putus sekolah, menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting. Orang tua yang tidak berpendidikan tinggi, jarang sekali mendapatkan pekerjaan yang baik. Sehingga biaya hidup tidak dapat terpenuhi dan berpengaruh pada kelanjutan pendidikan anak. Jika orang tua yang berpendidikan tinggi, pasti sangat mementingkan pendidikan yang tinggi juga bagi anaknya.
Perlunya campur tangan pemerintah pada masalah ini. Perhatikan setiap keluarga yang memiliki anak yang tidak bersekolah. Jangan biarkan mereka kehilangan masa-masa indah di sekolah dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Angka putus sekolah yang tinggi di Indonesia sangatlah mengganggu bagi dunia pendidikan. Apakah faktor biaya yang mempengaruhi anak putus sekolah?
Data statistik yang dikeluarkan oleh BPS, bahwa di tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan terdapat kelompok anak-anak tertentu yang terkena dampak paling rentan yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Kurangnya pendapatan orang tua sangatlah berpengaruh bagi kelanjutan pendidikan anak. Orang tua yang tidak mampu membiayai kebutuhan hidup keluarganya, membuat anak dan keluarga mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Anak memilih untuk membantu orang tua bekerja, agar kebutuhan hidup keluarganya terpenuhi.
Latar belakang pendidikan orang tua juga mempengaruhi anak putus sekolah. orang tua yang tidak berpendidikan tinggi dan yang putus sekolah, menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting. Orang tua yang tidak berpendidikan tinggi, jarang sekali mendapatkan pekerjaan yang baik. Sehingga biaya hidup tidak dapat terpenuhi dan berpengaruh pada kelanjutan pendidikan anak. Jika orang tua yang berpendidikan tinggi, pasti sangat mementingkan pendidikan yang tinggi juga bagi anaknya.
Perlunya campur tangan pemerintah pada masalah ini. Perhatikan setiap keluarga yang memiliki anak yang tidak bersekolah. Jangan biarkan mereka kehilangan masa-masa indah di sekolah dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Komentar
Posting Komentar