Punahnya Lagu Anak-Anak
Lihat kebun kupenuh dengan
bunga
Ada yang putih,dan ada yang merah
Setiap hari kusiram semua
Setiap hari kusiram semua
Mawar melati,semuanya indah!
Masa
anak-anak adalah masa yang menyenangkan. Masa dimana kita tidak memikirkan
pikiran-pikiran orang dewasa. Setiap hari hanya makan, minum, tidur, bermain
dan bernyanyi. Bahagia, itulah kata yang dapat menggambarkan masa kecil. Semua
orang pasti pernah menjadi anak-anak. Yang dimana anak-anak sangat menyukai
nyanyian yang dapat membuat anak gembira.
Banyak
sekali lagu anak-anak yang diciptakan untuk melengkapi masa kecil yang tidak
dapat diulang. Lagu lihat kebunku diatas adalah salah satu contoh lagu anak-anak
yang diciptakan oleh Saridjah Niung. Masa anak-anak sekarang telah dicuri oleh
perubahan zaman. Tidak ada lagi anak-anak yang menyanyikan lagu yang seharusnya
ia nyanyikan, tidak ada lagi anak-anak yang hapal lagu anak-anak. Mereka
menyanyikan lagu-lagu yang bukan pada komposisinya seperti lagu “Sayang-Via Vallen”.
Anak zaman sekarang begitu terngiang-ngiang dan hapal dengan lagu-lagu dangdut.
Faktor
yang mempengaruhi punahnya lagu anak-anak ialah karena semakin berkembangnya
zaman, lagu modern semakin banyak dikeluarkan, dan ini akan menyebabkan lagu
anak-anak semakin menurun. Inilah yang menyebabkan banyak anak-anak tidak
mengenali dan tidak tahu tentang lagu anak-anak. Mereka cenderung lebih memilih
dan lebih hafal lagu barat, lagu K-Pop dan lagu percintaan. Lagu-lagu dewasa barat dan lagu percintaan sangat mempengaruhi pola pikir anak yang menjadi cepat dewasa.
Pihak
sekolah seharusnya tanggap akan permasalahan yang terjadi di dunia anak saat
ini. Tidak ada salahnya kalau di setiap pelajaran diselingkan waktu untuk
bernyanyi. Selain untuk mencegah kebosanan siswa saat belajar. Bernyanyi lagu
anak-anak juga bermanfaat untuk menjaga kelestarian lagu anak yang telah
diciptakan oleh para pencipta pada zaman dulu. Di dalam lagu anak-anak pun
terdapat pengetahuan yang menyesuaikan dengan karakteristik anak. Seperti lagu 1+1=2 ciptaan Puput Melati.
Perkenalkanlah
lagu anak-anak yang mendidik kepada anak. Jangan biarkan masa bahagia mereka
direbut oleh perubahan zaman.
Komentar
Posting Komentar