Mengintip Pendidikan diwilayah Perbatasan
Dalam
dunia pendidikan banyak sekali masalah-masalah yang dapat kita jumpai.
Mengintip keadaan pendidikan diwilayah perbatasan sangatlah miris. Berbeda
dengan keadaan pendidikan di kota-kota besar seperti ibu kota. Dikota-kota
besar, setiap kecamatan mudah kita jumpai sekolah. namun disisi lain, pada wilayah
perbatasan, terpencil dan tertinggal sangat sulit kita jumpai sekolah.
Lihat
saja pada daerah terpencil diperbatasan Malaysia-Kalimantan. Tak banyak yang mengetahui
dan peduli dengan keadaan pendidikan di wilayah tersebut. Pada wilayah
perbatasan anak-anak harus menempuh jarak 6 km dengan berjalan kaki. Tidak
mudah untuk menempuh jarak 6 km ini, karena banyak sekali rintangan yang harus
di lalui anak-anak desa terpencil. Mereka harus melewati hutan, bukit bahkan
melewati aliran sungai yang deras tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa.
Untuk melewati aliran sungai yang deras, mereka menggunakan sampan yang tidak
menggunakan pengamanan khusus. Jika hujan turun, jalanan yang mereka lewati
sangatlah ekstrem dengan keadaan tanah yang licin karena jalan belum diaspal.
Keadaan sekolah di wilayah perbatasan sangatlah tidak layak dan kurangnya
tenaga pendidik. Tetapi semangat belajar anak diwilayah perbatasan tidaklah
luntur.
Berbeda
dengan pendidikan dikota besar. Begitu mudahnya kita menemukan sekolah dengan
keadaan yang layak. Sekolah-sekolah
terlihat bertingkat, akses sangat mudah untuk menuju sekolah, teknologi yang
makin canggih, tenaga pendidik yang berkualitas. Dengan keadaan yang menguntungkan, mengapa masih
saja ada anak yang malas untuk bersekolah?
Melihat
keadaan yang seperti ini, bukan berarti pemerintah tidak mempedulikannya.
Pembenahan dalam dunia pendidikan sedang dilakukan oleh pemerintah. Namun dalam
pembenahan ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu adanya proses
dan kerja keras untuk merealisasikannya. Sehingga pembenahan dalam dunia
pendidikan benar-benar terlakasana dengan baik.
Komentar
Posting Komentar