Pendidikan Yang Mengutamakan Akademik

Dalam dunia pendidikan dari dulu sampai sekarang yang paling diutamakan ialah akademik. Banyak hal yang dilakukan untuk menunjang akademik. Guru sering kali memberikan tugas rumah kepada siswanya sebagai bahan latihan dari apa yang telah dipelajari. Dunia pendidikan sampai saat ini menganggap banyak latihan atau pekerjaan rumah (PR) akan membuat siswanya jadi mengerti akan materi yang akan disampaikan, nyatanya terlalu banyak PR itu dapat membebani siswa.

Jika dilihat dalam dunia pekerjaan, tidak selamanya akademik itu diutamakan terkadang pada pekerjaan tertentu, akademik tidak diperlukan.  Contohnya pemain bola. Pemain bola internasional memiliki gaji yang cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari gaji seorang guru di Indonesia.

Pemain bola tidak harus menguasai ilmu pengetahuan yang di dapat di sekolah, tidak harus belajar sejarah, matematika, ipa, ips, dll. Biasanya pemain bola di mulai dari hobi mereka bermain bola, dan sering melakukan latihan. Mereka cukup melatih skills  mereka dalam bermain bola. Makin mahir ia bermain bola maka makin besar peluangnya mendapat gaji yang tinggi.

Namun dunia sekolah saat ini tidak atau jarang memandang dan mengembangkan bakat siswanya. Siswa diharuskan pintar dalam akademik. Sehingga hal-hal yang dapat mengembangkan bakat mereka dibatasi, atau bahkan tidak disediakan. Contoh hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi bakat siswa ialah dengan adanya ekskul. Ya memang sekolah memiliki ekskul masing-masing. Tapi, saat pelaksanaannya kebayakan waktu yang diberikan pada mereka sangat terbatas. Pulang jam 3 setelah itu mulai jam setengah lima, mereka diusir dari sekolah. belum lagi, terkadang ada guru yang tidak mendukung dalam bidang non-akademik sehingga sulit mendapat izin keluar sekolah untuk mengikuti perlombaan. Padahal dari event-event  lomba seperti ini mereka mendapat kesempatan untuk lebih berprestasi. Seolah-olah  mereka harus pintar dulu dalam bidang akademik barulah mereka boleh melakukan hobi.

Banyak orang mengatakan “pendidikan yang berhasil ditinjau dari akademiknya yang baik”. menurut saya hal tersebut tidak selamanya benar, tetapi pendidikan akan berhasil jika akademik dan non-akademik berjalan dengan seimbang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Positif dan Negatif OSIS

Ke Sekolah Pakai Make Up. Setuju ?

Pahlawan Yang Sesungguhnya