Nilai Menjadi Patokan Kepintaran Siswa
Setiap anak kecil memiliki
cita-cita atau keinginan yang besar. Tetapi, sewaktu ia memasuki dunia
pendidikan formal, keinginan dia berubah karena aturan dari guru yang terlalu
monoton. Contoh setiap siswa memiliki pemikiran yang berbeda-beda tetapi guru terkadang
tidak mau ambil pusing sehingga guru buka mendidik tetapi hanya memberi
peraturan yang sangat membosankan. Jujur, saya sudah sangat bosan belajar
secara formal disekolah tetapi saya bukan Albert Einstain atau Bill Gates yang
mempunyai keahlian yang luar biasa. Saya yah saya, saya hanya ingin merubah
dunia pendidikan.
Masalah disekolah yang merubah
pribadi siswa adalah nilai, karena nilai seperti sebuah momok yang menakutkan
karena siswa harus memenuhi nilai KKM. Jika tidak memenuhi nilai KKM siswa itu
dicap sebagai siswa bodoh, dan anehnya nilai yang harus tinggi adalah nilai
MTK. Artinya jika nilai yang lain tinggi tetapi nilai MTK siswa rendah, siswa
tersebut tetap dicap sebagai siswa bodoh. Imbasnya sebagai siswa selalu ingin
mengejar nilai tinggi dengan meghalalkan segala cara seperti mencontek. Bukan
menjadi rahasia lagi, mencontek adalah sesuatu hal yang selalu dikerjakan oleh
siswa di sekolah. Bukan salah siswa kalau mau mencontek tapi kenapa nilai
selalu menjadi patokan. Kan jarang orang yang bisa menguasai semua pelajaran.
Seharusnya sebagai guru dapat mengerti keinginan siswa dan bukan siswa saja
yang harus mengerti guru.
Seharusnya guru dapat membuat
suasana menyenakan di lingkungan sekolah, dengan tidak mematok nilai dan
memaksakan siswa untuk menghafal semua
materi pelajaran. Alangkah baiknya, guru
mengajarkan kita untuk mengerti suatu materi dari pada memaksakan kita untuk
menghafal materi atau bahkan mengejar target nilai tinggi. Wajar kalau di
indonesia nilai kejujuran luntur hanya untuk mendapat nilai tinggi.
Komentar
Posting Komentar