Derita Mahasiswa
“Kuliah itu menyenangkan”, kata-kata itu hanya
diucapkan oleh anak SMA. Itu karena mereka melihat mahasiswa yang kuliahnya
tidak setiap hari, bebas mengatur jadwal sendiri berpakaian bebas. Tidak
seperti anak sekolah yang harus bersekolah dari hari senin-sabtu, harus
berangkat pagi pulang sore, setiap bersekolah harus memakai seragam sesuai
aturan sekolah. Sehingga banyak dari mereka yang ingin cepat lulus dan lanjut
berkuliah.
Namun
apa yang mereka pikirkan nyatanya tidak sesuai dengan ekspetasi yang dialami oleh
mahasiswa. Banyak rintangan yang dialami oleh mahasiswa untuk mendapatkan
sebuah ilmu. Dalam menjalani kuliah terkadang banyak hal yang tidak sesuai
harapan. Berikut beberapa contoh derita yang dialami mahasiswa.
1. Jadwal kuliah yang tidak menentu
Sudah
datang pagi-pagi, eh dosennya baru bisa masuk siang hari. Sudah menunggu
berjam-jam, dosennya malah tidak jadi datang. Sudah
begadang bikin tugas presentasi yang deadline, malah kuliahnya tidak jadi.
Tugas tidak selesai, justru kuliah tepat waktu. Sudah terlambat datang,
dosennya cuma kasi tugas terus absen. KESAL KAN?
Meski jadwal kuliah sudah terjadwal, sering kali
jadwal kuliah berubah di luar pengaturan awal. Biasanya karena dosen yang
bersangkutan tidak bisa datang, atau dosennya punya kegiatan lain. Mahasiswa
tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti kemauan dosen, karena kalau tidak
datang yahhh bakalan alpa. Kebanyakan alpa, tidak bisa ikut ujian. Kejadian ini
sepertinya keluhan umum di hampir semua perguruan tinggi.
2. Curhat Saat Memberikan Kuliah
Seringkali ditengah-tengah perkuliahan ketika
dosen memberikan penjelasan tentang materi, tiba-tiba saja dosen bercerita
tentang hal lain. Bercerita tentang hal yang menyangkut dirinya, biasanya lebih
ke pengalaman pribadi dosen. Terkadang sih berhubungan dengan materi kuliah,
kadang juga tidak ada hubungan sama sekali. Kalau sudah seperti ini, biasanya
dosen akan bercerita dengan menggebu-gebu.
Kejadian seperti ini hanya membuang-buang waktu.
Seharusnya banyak materi yang dapat disampaikan dosen, namun tidak tersampaikan
sehingga membutuhkan jam tambahan untuk menyampaikan materi yang belum
tersampaikan, dan biasanya jam tambahan itu diadakan di hari lain, sehingga
mahasiswa perlu mengatur ulang jadwalnya.
3. Kuliah yang membosankan
Terkadang ada dosen yang menyelesaikan jam pelajaran
tanpa sedikitpun keluar dari materi perkuliahan. Pokoknya kelas hanya diisi
dengan materi pelajaran, dari menit pertama sampai menit ke 120. Jam kuliahnya
siang pula, jam dimana ngantuk bisa datang menyerang tiba-tiba dan tidak
tertahankan. Bagaimana tidak ngantuk? Dosennya cuma membaca buku teks yang
dibagikan atau hanya membaca slide yang ditampilkan. Tidak pernah
meninggalkan tempat, juga tidak interaksi dengan mahasiswa. Pada saat seperti
ini, ada mahasiswa yang seperti dinyanyikan. Tidak semua dosen juga seperti itu
kan? Anggaplah sebagai warna-warni kehidupan kampus. Dosen seperti ini juga
biasanya baik loh dalam memberikan nilai, juga kadang soal ujian yang diberikan
lumayan mudah dikerjakan.
4. Tugas yang Banyak
Kuliah tidak lepas dengan kata “tugas”. Iya sih
kalau tugasnya dikit, bisalah ditangani. Ini tugasnya banyak banget. Dosen
pikir, tugas kita cuma dari satu dosen saja? Semua dosen memberikan tugas
dengan deadline waktu seminggu, 3 hari bahkan ada yang 24 jam. ya kalau tugas
nya mudah bisa saja satu hari mengerjakannya. Masalahnya tugasnya sulit, tidak
boleh copas dari internet, dan harus dari buku atau jurnal. Menurut mahasiswa,
mana mungkin dalam 3 hari tugas itu selesai. Tapi namanya dosen yaaa dia tidak
mau tahu derita yang kita alami.
Komentar
Posting Komentar